Tampilkan postingan dengan label Naya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Naya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 November 2008

It's Not Always Because You Said So

hush.
I heard what you said.

the soft breeze slips through your lips, but I see thunder and gray clouds in your eyes.

stop.
I can see you.

your soul slips through the thin membrane wrapping you, exposing what you say is "you".

yes. I can hear and see you. standing there. a hypocrite pretending to look low.
but there you are.
you always stand tall, as if you could hold the world above your head by with your fingertips. getting whatever you want, however you like.

...

huh? what is it you said?

no. you can't have me.
absolutely not.

Hasut

Susah payah aku menghindar
Menampik desir dahaga penuh nikmat
Agar segera kau senyap

…

Kau berbisik. Manja. Penuh canda. Kau bilang tak apa-apa. Dan Tuhan takkan marah padaku.

Kau bilang Dosa itu tak ada. Yang ada hanya pengecut-pengecut yang tak kuasa menghadap derita dunia. Maka merekapun berdoa. Harap-harap cemas pada kesudahan yang takkan ada.

Nafsuku berpihak padamu. Berteriak.
”Pesta!”
”Uang!”
”Perempuan!” (”lelaki!”)
”Alkohol!”
Nafasku. Jantungku. Menjerit memuja rayuanmu.
Kau bilang kau lebih dekat dari Apa yang terdekat dengan urat nadiku.

...

Susah payah aku menghindar
Menampik desir dahaga penuh nikmat
Agar segera kau senyap

...

Kau bilang aku bodoh. Merugi. Menggantungkan asa pada Sesuatu yang tak pasti.
Kau caci dan maki aku. Kau bilang aku ini budak.

...

Susah payah aku menghindar
Menampik desir dahaga penuh nikmat
Agar segera kau senyap.
Lenyap